Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rencana Penghapusan Jaminan Obat Kanker Kolorektal Menuai Kecaman

Hanizha Fatma , Jurnalis-Jum'at, 18 Januari 2019 |16:15 WIB
Rencana Penghapusan Jaminan Obat Kanker Kolorektal Menuai Kecaman
Obat untuk Kanker Usus Besar Ditiadakan (Foto: Ilustrasi/Pixabay)
A
A
A

Hamid sangat kecewa dengan pendekatan yang dipakai oleh Kemenkes ini. Menurutnya kalau memang keberatan dana yang melatarbelakangi rencana kebijakan yang akan diambil, jangan justru menggunakan alasan bahwa obat itu tidak efektif.

“Alasan efektivitas itu yang kami komplain. Kita sebagai klinisi harus begitu dalam melihat masalahnya. Jangan menyampaikan informasi yang kurang tepat kepada pasien,” tambah Hamid.

Hamid menjelaskan bahwa obat yang direncanakan tidak lagi ditanggung dalam skema JKN ini hanya efektif untuk kanker kolorektal stadium IV pada group tertentu, menurut ESMO guideline. Berdasarkan referensi tersebut setidaknya hanya 15-30% pasien kanker kolorektal stadium IV yang memerlukan obat yang sedang ramai dibahas ini.

“Sebagai contoh, misalnya dari semua pasien kanker kolorektal stadium IV, 15% mempunyai indikasi kuat untuk diberikan terapi target, apakah yang 15% ini mereka yang berhak mendapatkan target terapi mau dihapus? Yang mendapatkan obat itu sedikit dan sangat selektif,” buka Hamid

Dokter bedah ini juga menjelaskan bahwa jika yang dipermasalahkan penanganan pasien kanker kolorektal punya andil menyebabkan BPJS Kesehatan defisit kurang tepat. Menurutnya biaya target terapi untuk kanker kolorektal itu, dalam hal defisit anggaran BPJS tidak sampai 1%.

Rencana penghapusan obat kanker kolorektal ini pun disayangkan oleh pasien kanker kolorektal yang telah mendapatkan manfaat salah satu obat kanker yang kabarnya akan dikeluarkan tersebut. Nyonya Hong sebagai penyintas kanker kolorektal stadium lanjut sangat menyayangkan jika rencana BPJS Kesehatan untuk menghentikan penjaminan tersebut benar-benar dijalankan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement