Namun ketika kondisinya sudah terlampau parah, pengobatan yang bisa dilakukan hanyalah istirahat yang cukup, menjaga makan, serta konsumsi obat anti nyeri dan mual. Sebab angka kesembuhannya minim dan ibarat kata tinggal menunggu waktu.
"Mengapa bisa demikian, karena pada fase awal kanker hati tidak terasa. Beda dengan kanker paru yang ditandai dengan batuk, kanker payudara timbul benjolan, atau kanker prostat yang membuat buang air kecil susah. Kalau kanker hati tidak ada nyeri, biasa-biasa saja. Baru setelah semakin besar mulai ada keluhan," jelas dr Irsan.
Tapi masalah tidak berhenti sampai di situ. Kalaupun timbul keluhan seperti nyeri, gejalanya tidak spesifik sehingga sulit didiagnosis itu adalah kanker hati. Keluhan pasien biasanya nyeri di bagian perut atas dan terasa mual yang hampir mirip dengan sakit maag.
"Kanker hati dengan pemeriksaan fisik saja tidak terdeteksi, harus dengan USG. Tapi siapa sih yang berobat ke dokter umum tiba-tiba langsung disuruh USG, tidak begitu caranya. Ada dugaan maag maka akan dikasih obat maag dulu," papar dr Irsan.
Berdasarkan pemaparan di atas yang menyatakan kanker hati datang tanpa gejala, maka masyarakat harus lebih waspada. Ada sejumlah cara yang bisa mencegah terjadinya penyakit tersebut. Melansir Mayo Clinic, ini cara yang bisa dilakukan :
Mengurangi risiko sirosis Anda