Meskipun mengemis di stasiun kereta, namun Chhotu memiliki identitas keanggotaan sebuah perusahaan pemasaran untuk produk perawatan kesehatan dan pribadi. Pria yang diketahui berusia 40 tahunan tersebut mengemis di seluruh kereta yang berhenti di Stasiun Chakradharpur.
Banyak orang yang terkejut dengan pendapatan fantastis yang diperoleh Chhotu. Ia membeberkan bahwa pendapatan tahunannya didapatkan dengan cara mengemis. Ia menggunakan pendapatannya tersebut untuk membuka toko peralatan di Desa Bandi, Kabupaten Simdega dengan salah satu istrinya yang menjalankan usaha tersebut.
Penghasilan dari toko tersebut dipergunakan untuk membantu ekonomi keluarganya supaya dapat menjalani kehidupan dengan nyaman sesuai standar. Chhotu sendiri adalah seorang karyawan di Vestige. Hal ini dibenarkan dengan ditemukannya ID card yang valid.
Secara umum, Chhotu tidak pernah membuka tentang kehidupan pribadinya, hanya setelah didesak, Ia mau mengungkapkan tentang istri-istrinya, tempat tinggal di desa Potka dan penghasilannya dari berbagai cara.
Chhotu mengatakan bahwa beban berat kemiskinan membawanya ke peron kereta api tempat ia mulai mengemis dan seiring waktu penghasilan hariannya mulai menyentuh mulai meningkat. Ia juga mengatakan masih menikah dengan ketiga istrinya dan memberi mereka keuangan bulanan dengan jumlah yang cukup.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.