Sebagai seorang ibu, sudah sepantasnya memberikan kasih sayang kepada anaknya. Sembilan bulan ia mengandung dan melahirkan dengan susah payah bahkan sampai rela mempertaruhkan nyawanya. Ibu akan memastikan anaknya tumbuh dengan baik, bahkan rela mengorbankan segala hal dalam hidupnya hanya untuk kebahagiaan sang anak.
Banyak sekali peran yang dimainkan seorang ibu dalam keluarga. Sayangnya, tidak semua ibu memainkan perannya dengan baik. Karena di luar sana masih ada seorang ibu yang tega memperlakukan anaknya dengan tidak bai. Seperti yang dilansir dari The Sun, Selasa (8/1/2018), seorang ibu menutup mulut anak bayinya yang masih berusia 12 minggu dengan selotip.

Baca Juga: Mengenal Kanker Getah Bening, Penyakit yang Berhasil Dilawan Ustadz Arifin Ilham
Ibu mana yang tega melakukan hal sekejam itu kepada buah hatinya sendiri. Tetapi, seorang ibu yang tidak disebutkan namanya ini, memang sengaja menutup mulut anaknya yang baru berusia 12 minggu untuk menghentikannya menangis di rumah sakit. Dalam sebuah rekaman video yang mengejutkan itu, sang anak tersebut terlihat tertekan dan berjuang melawan selotip yang ditempelkan ke mulutnya dengan menggelengkan kepalanya ke sisi kanan dan sisi kiri ketika dia menggigil di ranjang yang dingin.

Menurut sumber, video ini diambil di rumah sakit di Ingushetia, Rusia. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi di sana dari laporan-laporan yang ada, ibu dari anak tersebut memang mengaku telah melakukan perlakuan kejam itu.
Baca Juga: Bertubuh Tinggi & Seksi, Atlet Ini Kesulitan Punya Pacar
Seorang pejalan kaki yang merekam bayi ini di rumah sakit mengatakan “Mereka yang memiliki kecenderungan gelisah disarankan tidak menonton ini. Video ini di ambil di rumah sakit Ingushetia, Rusia dan bayinya sekarang berada di bangsal ruangan yang dingin tanpa pemanas ruangan. Saat video ini diambil ibunya sedang tidak ada di sana, saat itu juga terlihat dot bayi tersebut ditempelkan selotip meskipun anak itu bermasalah dengan paru-parunya.”
Setelah video itu tersebar, Kepala Dokter dari pusat rumah sakit, Khadi Ugurchieva, mengatakan bahwa perawat di sana tidak ada di bangsal hanya sekira tiga hingga lima menit.
"Perekaman video itu tidak menyebabkan kerusakan fisik pada kesehatan anak, tapi itu menyebabkan kerusakan moral dan merugikan karyawan dan pasien yang ada di sini," tambah Khadi Ugurchieva.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.