
Selanjutnya abdi dalem membawa sesaji hasil alam dan kepala kerbau keluar dari Sitinggil Lor Keraton Kasunanan Solo, dalam rangkaian dari upacara Wilujengan Nagari Mahesa Lawung yang berisi doa untuk keselamatan negara dan kepala kerbau melambangkan kebodohan yang harus dikubur.
"Kepala kerbau adalah simbol kebodohan yang harus diperangi. Prosesi pemendaman kelapa kerbau di Alas Krendowahono menjadi simbol bahwa kebodohan harus dipendam sedalam-dalamnya," tegasnya.
Disampaikan juga kerbau yang digunakan bukanlah sembarang kerbau, namun memiliki ketentuan khusus. Diantaranya kerbau jantan masih perjaka, dan belum dipekerjakan dan sudah bertanduk.
BACA JUGA: 5 Potret Vanessa Angel Liburan Bareng Kekasih, Hot Basah-Basahan Pakai Bikini!
Ditambahkan Satriyo dahulu upacara Mahesa Lawung untuk menghormati para leluhur di Kraton. Namun karena saat ini sudah masuk dalam bagian NKRI, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan negara.