Tenjowaringin Pelopor Desa Siaga Donor Mata
Di tengah situasi itu, Desa Tenjowaringin, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mendeklarasikan jadi desa siaga donor mata. Dari 5.600-an warga, ada 2.000 orang yang menyatakan siap memberikan korneanya di masa depan. Deklarasi Sabtu (30/12/2018) yang dihadiri pemerintah kabupaten itu membuat Tenjowaringin jadi desa pertama di Indonesia yang siaga donor mata.
Ketua Keluarga Donor Mata (KDM) Tenjowaringin, Dodi Kurniawan, mengatakan dari 2.000 yang menyatakan siap, 1.344 orang sudah resmi terdaftar. Sebagian dari mereka juga sudah memiliki kartu pendonor mata.
Namun meyakinkan sepertiga populasi desa jadi pendonor bukanlah hal mudah. Warga Tenjowaringin awalnya ragu dengan donor mata. Karena hampir seluruh penduduknya muslim, warga ingin memastikan apakah hal itu dibolehkan ajaran agama.
“Kalau diambil bola mata, berarti cacat dong mayatnya. Lalu kita terangkan kepada mereka. Kita juga menggandeng ustadz-ustadz dan kyai yang bisa menjelaskan bahwa tidak semua bagian tubuh kita apabila diambil itu masuk kategori mencederai mayat. Rupanya itu cukup efektif dan bisa diterima,” pungkasnya.

Upaya menggaet pemuka agama itu berlanjut ke pengajian-pengajian. Akhirnya, semakin banyak orang yang tergerak jiwa sosialnya, seperti Cecep, yang bersama 4 anggota keluarganya sudah daftar jadi pendonor.