Advertisement
Advertisement

Lika-liku Upaya Donor Mata di Indonesia

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 04 Januari 2019 |16:30 WIB
Lika-liku Upaya Donor Mata di Indonesia
Lika-liku donor mata di Indonesia (Foto: Huffingtonpost)
A
A
A

Hampir satu juta orang di Indonesia mengalami kebutaan, sementara dua juta lainnya mengalami gangguan penglihatan parah. Sebagian kasus ini sebetulnya bisa disembuhkan dengan donor mata. Namun upaya ini masih punya banyak tantangan.

Apa yang terbayang di benak ketika mendengar istilah donor mata? Jika Anda membayangkan bola mata Anda diberikan kepada orang lain, Anda tidak sendirian. Sebetulnya, donor mata hanya mengambil kornea atau lapisan terluar saja, sehingga tidak merubah tampilan muka pendonor. Itu pun dilakukan usai pendonor meninggal dunia. Berikut penjelasan Eddi Brokoli, aktor yang juga duta donor mata Indonesia.

“Masih banyak yang belum tahu. Jadi donor mata teh gimana Kang Eddi? Diambil matanya? Iya, korneanya aja. Atuh nanti kita nggak bisa melihat? Atuh(diambilnya) nanti kalau sudah meninggal. Saya juga nggak mau atuh donor kornea mata kalau saya masih hidup mah, saya nggak mau kehilangan penglihatan selagi hidup,” ujarnya dengan nada bercanda.

proses donor mata

Donor mata memang menjadi hal baru bagi banyak orang. Eddi bercerita, orang butuh waktu untuk menjadi pendonor mata. Ada yang langsung tergerak, ada juga yang menunda-nunda meski sudah tahu.

“Ngobrol 15 menit di mini mart di pom bensin—macam-macam pertimbangan orang kan banyak—besoknya dia langsung daftar. Ada juga yang sudah cukup tahu, OK sudah tahu semuanya, tapi belum tergerak ke Bank Mata untuk mendaftarkan, ada juga,” kisah pria yang sudah terdaftar jadi pendonor ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement