Dokter Fajar Firsyada, Sp.B-KBD juga menjelaskan, sebetulnya tidak ada rentang waktu yang dikatakan tepat atau ideal untuk menyantap mi instan. Seperti yang selama ini banyak beredar, contohnya anggapan soal makan mi paling cepat punya rentang waktu selama tiga hari dari waktu makan mi pertama dengan waktu makan mi yang kedua.
“Kalau proses usus lambung itu dua kali 24 jam sudah hilang, cuma masalahnya kita bukan bicara barang yang ada di situ tapi zatnya yang terkumpul bukan berarti makanan itu nongkrong terus di lambung," katanya.
Ia melanjutkan, zat yang ada dalam makanan yang memicu bersifat karsigenik yang memicu perubahan sel. Soal waktu tiga hari saat ini belum ada penelitian makan mi yang aman berapa hari, tapi sangat disarankan jangan terlalu sering makan mi dan jangan terlalu banyak.
"Tapi di satu sisi kita enggak bisa menuduh mi jadi penyebab kanker, cuma berdasarkan ilmu makan makanan yang diawetkan terjadi risiko kanker di saluran cerna mulai dari lambung, sampai usus menjadi lebih besar,” tegas Dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.