Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Pelukan Internasional, Ini Manfaat Ajaib dari Berpelukan yang Tak Diduga

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 05 Desember 2018 |18:00 WIB
Hari Pelukan Internasional, Ini Manfaat Ajaib dari Berpelukan yang Tak Diduga
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

TANGGAL 4 Desember selalu diperingati sebagai Hari Pelukan Internasional. Hari ini diciptakan oleh mahasiswa Eropa pada tahun 1970-an dan menjadi tradisi turun-temurun. Malah dalam tradisi, seseorang bisa memeluk sembarang orang tanpa mengenalnya.

Biarpun tidak cukup populer, masih banyak kalangan anak muda yang melakukan tradisi tersebut. Pelukan dapat merangsang hormon oksitosin di dalam tubuh. Hormon ini dapat membuat seseorang merasa diterima, disayang, dan bersikap ramah. Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan bila pelukan berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang.

Maka tidak ada salahnya bila penelitian beberapa tahun lalu mengungkapkan sebaiknya pelukan diberikan 8 kali sehari. Baik oleh orangtua ke anak, kakak-adik, teman, maupun ke pasangan.

 (Baca Juga:Adu Penampilan Gaya Krisdayanti dengan Mantan Istri Raul Lemos, Siapa Lebih Kece?)

Menurut Psikolog Dmitry Shestakov, pelukan adalah salah satu cara untuk mengembalikan kondisi fisik seseorang menjadi tenang setelah mengalami emosi. Sebagai contoh, ketika anak menangis, orangtua cenderung memeluk untuk menenangkannya. Namun pelukan yang diberikan harus benar-benar saling memeluk. Sebab bila hanya sebatas rangkulan itu tidak bekerja.

 

“Dalam keadaan seseorang mengalami konflik kekerasan, rangkulan tidak bersifat menenangkan atau melunakkan. Sebaliknya, tindakan itu malah akan menyebabkan kemarahan,” ucap Dmitry seperti yang dikutip Okezone dari Kozweek, Rabu (5/12/2018).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement