INTERAKSI antara orangtua dengan anak dapat dibangun melalui sentuhan fisik. Mulai dari kontak mata, mengusap punggung, hingga memberi pelukan. Sentuhan-sentuhan ini sangat dibutuhkan oleh anak untuk merasakan kasih sayang dari orangtuanya.
Sejak bayi, anak sudah terbiasa mengalami sentuhan fisik. Sebagai contoh, ketika dia menyusu pada ibunya. Alangkah baiknya bila kebiasaan ini dilanjutkan seiring pertambahan usia anak. Terlebih sentuhan fisik seperti pelukan dapat membuat anak merasa bahagia.
“Pelukan dapat meningkatkan hormon oksitosin karena anak belum begitu paham komunikasi. Dengan pelukan, sentuhan fisik, anak-anak tahu orangtuanya menyayangi mereka. Contoh kalau anak kecil menangis cara mendiamkannya dipeluk,” ujar psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (5/12/2018).
BACA JUGA:
Psikolog yang akrab disapa Miss Lizi itu menjelaskan bila anak-anak terutama usia balita memiliki kekurangan pada kompetensi bahasanya. Kosa kata yang dimiliki oleh mereka belum lengkap sehingga apabila orangtua hanya mengucapkan kata cinta tanpa perbuatan, anak-anak tidak mengerti. “Jadi sentuhan fisik itu yang utama,” tambahnya.

Tak hanya membuat anak merasa disayang, hormon oksitosin yang didapatkan dari pelukan berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Seorang anak yang memiliki banyak hormon oksitosin cenderung menjadi pribadi yang ramah.