MASIH ingat dengan kejadian tidak mengenakkan yang dialami seorang atlet judo putri Indonesia Miftahul Jannah? Saat mengikuti judo tunanetra Asian Para Games 2018 lalu, Miftahul terpaksa didiskualifikasi karena enggan melepas hijabnya.
Kejadian ini sempat menyita perhatian masyarakat Indonesia, dan tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan wasit. Namun jika ditelaah lebih jauh, Federasi Olahrraga Buta Internasional (IBSA) sebetulnya telah menerapkan sebuah aturan bahwa, para atlet harus melepas hijab mereka saat bertanding.
Kejadian serupa juga dialami oleh seorang atlet judo asal Arab Saudi, Wojdan Shaherkani. Ia dilarang bertanding pada cabang judo Olimpiade 2012 lalu karena memakai hijab. Larangan tersebut langsung dikeluarkan oleh Presiden International Judo Federation, Marius Vizer.
“Sesuai dengan prinsip dan semangat judo, Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkhani tidak bisa bertarung menggunakan hijab,” tuturnya seperti dilansir Okezone dari Aljazeera, Minggu (25/11/2018).