Di sisi lain, saat penelitian mengenai perselingkuhan ini diberikan ke responden perempuan, hasilnya berbanding terbalik. Sebanyak 40 persen perempuan yang diteliti mengaku bahwa mencari "hook up partner" adalah pelanggaran kesetiaan. "Selingkuh terjadi di hubungan Anda ketika kepuasan itu hanya diterima salah satu pihak, baik itu secara emosional, fisik, atau seksual," kata Dr Walfish.
Baca Juga: Seekor Kambing Lahirkan Anak Mirip Campuran Babi dan Manusia

Artinya, jika hanya menggoda perempuan atau pria lain termasuk dalam kategori perselingkuhan. Namun, Dr Walfish juga menekankan bahwa seks dengan orang lain masih bisa dimaafkan. Tapi, mesti digarisbawahi bahwa pihak yang melakukan kesalahan tersebut bertanggung jawab untuk mau memperbaiki semuanya.
Tapi, beda cerita kalau memang pasangan Anda penipu ulung. Dr Walfish mengatakan bahwa tidak ada lagi celah untuk orang seperti itu kembali mendapat kepercayaan. "Kemungkinan akan terulang kembali sangat besar dan ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang dimaklumi," tambahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.