"Dalam beberapa minggu terakhir kami telah melihat dan membaca secara ekstensif tentang apa yang terjadi pada singa di industri. Mufasa telah menjalani vasektomi dan tidak dapat dibesarkan. Ini berarti hanya ada satu dari dua pilihan yang tersisa. Jumlah pemburu singa yang telah mati sangatlah besar karena tulang mereka diekspor ke Timur,” tulis pesan tersebut.
“Suraya dan Mufasa tidak dapat dipisahkan dan itu akan sangat traumatis bagi mereka untuk kehilangan pendampingnya. Dia dalam keadaan emosional yang mengerikan sebelum mereka bersatu seperti anak kecil dan bahkan ketika pindah ke kandang yang lebih besar mereka sangat cemas ketika bangun dan tidak dapat menemukan Mufasa,” lanjutnya.
Sayangnya, berita terbaru mengungkapkan bahwa rencana ini tidak membuahkan hasil. Setelah menawarkan pertukaran untuk menutupi biaya perawatan singa, mereka awalnya tidak mendapat tanggapan, sebelum kemudian ditolak. Kasus ini masih berlangsung, jadi masih ada harapan bahwa Mufasa diperbolehkan menjalani sisa hidupnya dengan damai.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.