SEMAKIN mudahnya masyarakat dalam mengakses produk yang diinginkan, membuat produsen "kalengan" semakin mudah menjangkau pasarnya. Tentu dengan mengabaikan sisi keamanan dan kesehatan.
Hal ini membuat masyarakat harus melek dengan produk yang berkualitas dengan produk abal-abal. Menyantumkan nomor registrasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) saja tidak bisa menjamin produk itu benar sudah diakui keamanannya.
BACA JUGA:
Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban pemerintah dalam hal ini BPOM untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan mengenali mana produk yang benar bermanfaat dan mana produk yang menyesatkan.
"Kita semua bertanggung jawab untuk menjamin keamanan dan kesehatan produk khususnya obat, kosmetik, dan makanan yang dikonsumsi masyarakat dan dengan semakin teredukasinya masyarakat, diharapkan kasus-kasus barang ilegal ini semakin hilang," papar Kepala BPOM Penny K. Lukito, saat diwawancarai Okezone, Rabu (14/11/2018).

(Foto: Obat dan kosmetik yang ditarik BPOM)