DIABETES merupakan penyakit tidak menular, namun sulit untuk disembuhkan. Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan metabolisme akibat peningkatan kadar gula darah di atas normal secara kronis. Diabetes diawali dengan gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan kelenjar pankreas.
Sekadar informasi, insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak, atau sel-sel lain di tubuh. Bila produksi insulin berkurang, maka kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.
Oleh karena itu, tidak sedikit masyarakat yang menganggap jika penyakit ini hanya terjadi pada orang dewasa. Padahal, anak-anak juga dapat terserang diabetes.
Baca Juga: Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

"Pada anak yang paling sering terjadi diabetes tipe 1, angkanya mencapai 80%. Sisa 20% itu tipe 2, tapi tipe 2 itu istilahnya kaya fenomena gunung es. Jadi bukan tidak banyak, tapi tidak diketahui," ujar dr Aman B. Pulungan, Sp.A(K) selaku Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Dia pun menjelaskan, diabetes pada anak bukan hanya bisa terjadi karena faktor genetik. Tapi penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Oleh karenanya, sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala diabetes pada anak dan melakukan pemeriksaan kadar gula darah.
"Kalau ada anak sering haus, lapar, makan banyak, senang kencing, ngompol, bisa menjadi indikasi diabetes. Jadi ketika gejala itu terjadi, hal utama yang dipikirkan anak mungkin terkena diabetes. Apa saja yang disarankan ketika datang ke IGD, pikirkan diabetes dulu, periksa kadar gula darah," jelas dia.
Baca Juga: Terlilit Hutang, Pria Asal Amerika Serikat Ini Memutuskan Tinggal di Desa Terpencil India

Lantas, apa gejala diabetes pada anak? Berikut beberapa ciri-ciri anak-anak terkena diabetes.
Banyak makan
Anak dengan diabetes akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. Rasa lapar didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.
Banyak minum
Anak akan merasa haus terus-menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi.
Banyak kencing dan mengompol
Rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan diabetes akan lebih sering buang air kecil dibanding frekuensi normal terutama di malam hari. Bahkan anak bisa sampai mengompol karena ketidakmampuan tubuh untuk mengontrol.
Penurunan berat badan yang drastis
Biarpun anak diabetes sering meminta makan dalam jumlah banyak dan sering, tapi berat badannya tidak bertambah. Malah dalam waktu 2-6 minggu anak cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut.

Kelelahan dan mudah marah
Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuat ia kekurangan energi. Dengan begitu anak mudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi seperti cepat marah dan murung.
Tanda kedaruratan lain
Waspadai tanda lain seperti sesak napas, dehidrasi, gatal-gatal, luka lama sembuh, syok, dan napas berbau keton.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.