Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Minyak Aromaterapi Bisa Meredakan Kecemasan?

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 31 Oktober 2018 |07:02 WIB
Benarkah Minyak Aromaterapi Bisa Meredakan Kecemasan?
Lavender (Foto: Readers Digest)
A
A
A

SEJAK lama minyak esensial dan aromaterapi telah digunakan oleh praktisi pengobatan alternatif. Aroma yang dikeluarkannya dipercaya dapat mengatasi masalah seperti stres, rasa sakit, dan masalah tidur. Namun apakah benar demikian?

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Frontiers in Behavioral Neuroscience menemukan bukti mengendus senyawa dalam lavender yang disebut linalool dapat memengaruhi bagian otak yang sama sebagai obat anti-kecemasan.

Seperti yang diketahui, lavender merupakan salah satu aroma yang banyak digunakan untuk minyak esensial dan aromaterapi. Linalool juga ditemukan memengaruhi otak hanya dengan mencium aromanya tanpa diserap ke dalam aliran darah.

BACA JUGA:

 Rekan Satu Grup Terlibat Kecelakaan, Pramugari Ini Tulis Pesan Mengharukan

Sayang hasil penelitian itu dilakukan pada tikus dan para ahli yang terlibat belum bisa memastikan hasilnya akan sama kepada manusia. Tapi beberapa penelitian sebelumnya yang menguji efek minyak esensial pada kecemasan manusia memiliki hasil yang beragam.

Pada tahun 2009, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Praktek Keperawatan Holistik menemukan penggunaan minyak esensial lavender atau rosemary berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan denyut nadi.

 

"Lavender sering dianggap santai, rosemary di sisi lain telah terbukti merangsang otak. Namun hal ini tergantung pada jenis kecemasan yang fimiliki," ujar Eugene Lee, MD, asisten profesor kedokteran keluarga di Loyola University Medical Center seperti yang dikutip Okezone dari Health, Rabu (31/10/2018).

Penelitian lain menemukan berbagai aroma dapat membantu mengurangi kecemasan pada pasien rumah sakit, orang yang menjalani kemoterapi, perempuan yang hendak melakukan persalinan, orang dewasa yang dirawat di rumah sakit, dan orang-orang yang berada dalam situasi stres.

Tapi di sisi lain, beberapa penelitian juga tidak menemukan efek sama sekali. Satu kajian ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2000 dalam British Journal of General Practice , menemukan aromaterapi memiliki efek meringankan sementara pada kecemasan tetapi efeknya mungkin tidak cukup kuat untuk pengobatan.

 BACA JUGA:

 Catatan Kematian Paling Tragis dalam Sejarah, Seperti Apa?

Menurut Dr Eugene, beberapa orang mungkin merasa minyak esensial dan aromaterapi sangat membantu. Tapi beberapa orang mengatakan tidak mendapatkan manfaat sama sekali. Sisi positifnya, wewangian tersebut aman ketika digunakan sesuai petunjuk. "Apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk yang lain. Atau bahkan bisa memiliki efek sebaliknya," pungkasnya.

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement