”Yang membuatnya beda dengan balado lain, dagingnya lebih renyah dan cara memasaknya butuh proses lama,” kata Mirna saat berbincang-bincang.
Jika daging balado lainnya keras dan agak lembek serta memiliki ukuran yang besar, baladoank memiliki ukuran sudah dipotong kecil-kecil atau disuwir sehingga daging balado menjadi kering dan renyah.”Bumbunya sama dengan resep makanan di rumah. Selain balado, di kantin ini juga tersedia nasi goreng, kentang goreng, dan indomie. Jadi resep rumahan,” ungkapnya.
Baca juga: Sahabat Citra Novita Pramugari Lion Air JT 610 Berharap Masih Ada Keajaiban, Pesannya Mengharukan
Awalnya, Mirna mengatakan, kantin seni ini tidak memiliki konsep. Namun, lambat laun berkembang menjadi ajang tampil para anak latihan seni rutin di KDJ.”Awalnya, Rata, anak pertama saya bilang, daging baladonya enak. Kemudian dia minta kenapa tidak dijadikan menu sajian di kantin seni Kandang Jurang Doank. Baru kemudian, saya akhirnya buka,” ujarnya. Sejak pertama dibuka, Mirna mengaku kantin seni KDJ tidak terlalu ramai. Namun, sejak ada menu andalan baladoank dan sajian minuman dingin lainnya, secara berangsur kondisi kantin menjadi ramai.
”Sebelumnya warung ini ada, tapi kurang segar dilihatnya, gelap. dan lain-lain. Intinya, ke depan warung ini akan menjadi medium bagi anak-anak yang sedang belajar untuk menyalurkan karyanya,” ujarnya. Penasaran dengan sajian menu rumahan keluarga Dik Doank, Anda bisa berkunjung pada waktu-waktu berikut. Mulai Selasa buka pukul 10.00 untuk jenis makanan berat. Sedangkan untuk minuman segar dan kopi baru bisa dibuka pukul 16.00 sampai 23.00 WIB. Kantin tutup alias libur pada Senin. Sementara pada Sabtu dan Minggu, kantin buka mulai dari pagi karena ada kelas belajar tari dan gambar.