Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penanganan Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 25 Oktober 2018 |19:30 WIB
Penanganan Diabetes Gestasional pada Ibu Hamil
Ilustrasi (Foto: India)
A
A
A

PERUBAHAN fisik, hormon, dan psikologis selama masa kehamilan wajar terjadi pada ibu. Namun perubahan itu perlu diperhatikan, karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan. Salah satunya adalah terkena diabetes gestasional.

Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pada usia kehamilan 24 minggu ke atas. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil bisa memicu resistensi insulin yang berdampak pada kenaikan gula darah di atas normal. Kondisi ini memengaruhi 1 dari 7 kelahiran. Oleh karenanya ibu disarankan untuk melakukan skrining begitu sudah memasuki trimester ketiga.

"Diabetes pada ibu hamil terbagi menjadi dua tipe. Pertama, sebelum hamil ibu sudah terkena diabetes yang istilahnya pre-gestasional. Kedua diabetes itu memang baru muncul setelah masa kehamilan, namanya diabetes gestasional," ungkap dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, dr Wismandari Sp.PD-KEMD di Jakarta.

 (Baca Juga:Jangan Sembarang Beri Obat Dekongestan Pada Anak saat Flu)

Ditemui Okezone dalam sebuah acara, Kamis (25/10/2018), penanganan pada perempuan yang sebelumnya sudah terkena diabetes dan baru muncul diabetes setelah kehamilan berbeda. Pada perempuan yang sudah terkena diabetes, maka langkah yang harus dilakukan adalah menurunkan kadar gula darah sebelum melakukan program hamil.

"Kadar gula yang tinggi dapat membuat proses pembentukan embrio bisa menjadi sulit. Maka perlu diturunkan dengan perubahan pola hidup. Caranya diet kalori seimbang dan olahraga yang cukup," jelas dr Wisma.

 (Baca Juga:Cegah Diabetes Gestasional, Ibu Hamil Wajib Lakukan Skrining saat Usia Kandungan 24 Minggu)

Penanganan diabetes dengan perubahan pola hidup biasanya diberi jangka waktu hingga 3 bulan. Apabila kadar gula darahnya tak kunjung turun, barulah dokter akan memberikan insulin. Bila kadar gula darah sudah normal, barulah bisa dilakukan program hamil.

Jika ibu sudah hamil, pemeriksaan rutin gula darah juga perlu dilakukan. "Kalau gula darahnya sudah terkontrol sangat baik biasanya 2 bulan sekali, lalu rutin tiap bulan kalau sudah mau lahir. Tapi kalau dari awal sudah tidak terkontrol, maka pemeriksaan rutin bisa 2 minggu sekali," tutur dr Wisma.

Pada perempuan yang mengalami diabetes gestasional, penanganannya tidak jauh berbeda. "Pada ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional biasanya dikasih patokan dulu 2-4 minggu dengan perubahan diet ada perubahan apa tidak. Kalau tidak turun juga baru pakai insulin," ujar dr Wisma.

Penanganan ini diperlukan karena diabetes gestasional dapat menyebabkan sejumlah masalah, baik pada ibu maupun bayi. Pada ibu bisa terjadi preeklamsia, hipertensi kronik, ketoasidosis, persalinan prematur atau sesar, dan bahkan koma. Lalu pada bayi bisa menyebabkan lahir dalam kondisi berat badan besar, keguguran, perkembangan organ tertunda, serta kelainan kongenital pada jantung, ginjal, dan lambung.

(Utami Evi Riyani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement