TREN penyakit diabetes tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua, namun sudah bergeser ke kelompok usia muda dan produktif. Akibat dari pergeseran ini semakin banyak wanita berusia reproduktif yang mengidap diabetes.
Hingga saat ini, 2 dari 5 wanita berusia reproduktif menderita diabetes, dengan jumlah mencapai lebih dari 60 juta wanita dari seluruh dunia. Wanita penderita diabetes umumnya sulit hamil atau mengalami kesulitan selama proses persalinan.
Bila tidak didukung dengan perencanaan pre-konsepsi, diabetes dapat menyebabkan mordibitas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Namun, selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, diabetes gestasional juga secara unik memengaruhi wanita pada masa kehamilan.
Berdasarkan riset Internasional Diabetes Federation, 90 persen kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Diabetes gestasional sangat berbahaya karena menjadi penyebab utama dalam kasus kematian ibu dan bayi serta menimbulkan komplikasi serius pada proses persalinan.
Data Lancet 2011, sebanyak 3 juta bayi lahir mati setiap tahunnya akibat diabetes gestasional. Kehamilan yang disertai dengan diabetes gestasional juga berisiko menyebabkan kematian ibu hingga empat kali lipat.
Lantas, apa faktor risiko yang menyebabkan wanita menderita diabetes gestasional? Dituturkan oleh dokter Farid Kurniawan, dari Divisi Metabolik dan Endokrin, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dalam acara Media Briefing di Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Selasa (21/11/2017), terdapat beberapa faktor risiko yang membuat wanita terkena diabetes gestasional.