Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Peran dan Kontribusi Perempuan di Industri STEM Indonesia

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 20 Oktober 2018 |13:34 WIB
Menilik Peran dan Kontribusi Perempuan di Industri STEM Indonesia
Empat perempuan yang berkecimpung dalam STEM (Foto: Australian Embassy Jakarta)
A
A
A

JUMLAH wanita yang berkecimpung dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Indonesia memang belum sebanding dengan kaum laki-laki. Namun jika berbicara soal peran dan kontribusinya, sejumlah ilmuwan dan researcher wanita di bidang ini justru telah menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan.

Belum lama ini, Okezone mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sebuah diskusi bergaya TED-talk yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Australia Jakarta. Acara tersebut diisi oleh empat wanita hebat yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda, namun masih dalam satu ‘payung’ yang sama.

Antara lain Dr Francesca Maclean (Direktur Strategi Fifty50), Dr Fenny Martha Dwivany (Profesor Madya di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB), Dr Dwinantika Rika Marthanty (dosen dan peneliti senior di Fakultas Teknik Universitas Indonesia), dan Tengku Alia Sandra (Kepala Departemen Teknik Rel Kereta MRT).

Keempat wanita tersebut memaparkan berbagai materi menarik yang secara tidak langsung menjawab sebuah pertanyaan besar, “Di mana posisi para pemimpin perempuan masa depan dalam sains?”.

Seperti diketahui, menurut hasil penelitian UNESCO di Indonesia, jumlah peneliti perempuan di bidang STEM hanya menyentuh angka 31% sementara laki-lakimencapai 69%. Penelitian ini juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Microsoft Asia pada 2017 lalu. Mereka menemukan bahwa hanya 20% perempuan di dunia yang memilih bekerja di industri STEM.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement