JUMLAH wanita yang berkecimpung dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Indonesia memang belum sebanding dengan kaum laki-laki. Namun jika berbicara soal peran dan kontribusinya, sejumlah ilmuwan dan researcher wanita di bidang ini justru telah menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan.
Belum lama ini, Okezone mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sebuah diskusi bergaya TED-talk yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Australia Jakarta. Acara tersebut diisi oleh empat wanita hebat yang berasal dari latar belakang pendidikan berbeda, namun masih dalam satu ‘payung’ yang sama.
Antara lain Dr Francesca Maclean (Direktur Strategi Fifty50), Dr Fenny Martha Dwivany (Profesor Madya di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB), Dr Dwinantika Rika Marthanty (dosen dan peneliti senior di Fakultas Teknik Universitas Indonesia), dan Tengku Alia Sandra (Kepala Departemen Teknik Rel Kereta MRT).
Keempat wanita tersebut memaparkan berbagai materi menarik yang secara tidak langsung menjawab sebuah pertanyaan besar, “Di mana posisi para pemimpin perempuan masa depan dalam sains?”.
Seperti diketahui, menurut hasil penelitian UNESCO di Indonesia, jumlah peneliti perempuan di bidang STEM hanya menyentuh angka 31% sementara laki-lakimencapai 69%. Penelitian ini juga didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Microsoft Asia pada 2017 lalu. Mereka menemukan bahwa hanya 20% perempuan di dunia yang memilih bekerja di industri STEM.