Setelah lulus SMA, pria berusia 61 tahun itu diterima di 3 perguruan tinggi ternama Indonesia yakni, Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Kedokteran Airlangga, dan Teknologi Industri ITB. Setelah sempat mengenyam bangku pendidikan di ITB, Boyke memutuskan untuk terjun di bidang medis. Ia pun memilih Fakultas Kedokteran UI sebagai pelabuhan terakhirnya.
Boyke lulus dengan nilai yang sangat memuaskan di tahun 1981, dan langsung menempuh tugas sebagai dokter wajib kerja di Puskesmas Palas, Lampung Selatan. Selama bertugas di daerah tersebut, Boyke berhasil mendirikan sebuah sekolah yang ia beri nama SMA Pancaputra. Di sekolah inilah Boyke melebarkan karirnya sebagai guru untuk mata pelajaran Kimia dan Bahasa Inggris.

Setelah dirasa cukup mendapatkan pengalaman di Lampung Selatan, Boyke melanjutkan pendidikannya sebagai Dokter Spesialis Kandungan. Tugas pertamanya menjadi dokter spesialis di RSU Masamba, Kapubaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Berkat segudang pengalaman yang dimilikinya, Boyke didapuk sebagai Kepala Humas Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta, pada tahun 1998. Di rumah sakit inilah ia mulai menangani secara khusus tentang masalah-masalah keharmonisan rumah tangga, terutama dalam hal hubungan suami istri. Untuk memperdalam pengetahuannya, Boyke mengikuti sejumlah seminar dan kongres di sejumlah negara di Amerika dan Eropa.