Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sanitasi dan Buruknya Kualitas Air Minum Jadi Penyebab Kematian Anak

Annisa Aprilia , Jurnalis-Kamis, 18 Oktober 2018 |14:49 WIB
Sanitasi dan Buruknya Kualitas Air Minum Jadi Penyebab Kematian Anak
Air bersih (SMRTenglish)
A
A
A

Bak gayung bersambut, pemerintah Indonesia pun telah menetapkan kebijakan nasional pembangunan air minum dan sanitasi yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 185 tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan sanitasi sebagai upaya untuk mencapai akses universal pada akhir tahun 2019. Untuk mewujudkannya, Kemenkes dan beberapa kementerian lain serta mitra lain meluncurkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada 2008.

STBM sendiri memiliki 5 pilar, yaitu stop BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair. Studi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2007 menunjukkan jika setiap anggota keluarga dalam suatu komunitas melakukan 5 pilar STBM akan dapat menurunkan angka kejadian diare sebesar 94%. Penyakit akibat sanitasi yang buruk seperti gangguan saluran pencernaan membuat energi untuk pertumbuhan tubuh menjadi teralihkan, sehingga tubuh kurang mempu menghadapi penyakit infeksi.

 Baca juga: Teh Sariwangi Jatuh Pailit, Meme-Meme Iklan #Ayahbolehgak Ramai di Medsos

Air bersih

Di sisi lain, tanpa disadari sanitasi juga berkaitan erat dengan stunting. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 menyatakan 1 dari 3 anak Indonesia menderita stunting. Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27%. Jika intervensi yang terfokus pada perubahan perilaku dalam sanitasi dan kebersihan dapat menyebabkan potensi stunting berkurang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement