Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos-Mitos Keliru soal Patah Tulang

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 16 Oktober 2018 |15:06 WIB
Mitos-Mitos Keliru soal Patah Tulang
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Perempuan kulit putih tua lebih rentan patah tulang karena osteoporosis

Mari mulai dengan usia. Memang benar bahwa perempuan yang lebih tua lebih mungkin menderita patah tulang ketimbang perempuan yang lebih muda. Perubahan hormonal saat menopause dapat menyebabkan kerapuhan tulang yang cepat dan retakan yang sering terlihat pada osteoporosis.

Ketika membicarakan etnis, kasus patah tulang panggul perempuan kulit putih dua kali lebih banyak dibanding perempuan kulit hitam di AS.

Sejumlah faktor bisa menjadi alasan mengapa tulang perempuan kulit hitam lebih kuat, misalnya massa tulang yang lebih tinggi semasa kanak-kanak dan tingkat pembaruan tulang yang lebih rendah, yang dapat menyebabkan penurunan kepadatan mineral tulang menjadi lebih lambat seiring bertambahnya usia.

Tapi, perempuan kulit hitam sebetulnya masih bisa menderita osteoporosis. Hanya saja jumlahnya lebih sedikit. Hanya 5% perempuan kulit hitam di atas usia 50 yang diduga menderita osteoporosis. Ini mendorong banyak pihak menyerukan untuk lebih serius memperhatikan gejala osteoporosis pada perempuan kulit hitam.

Di AS, misalnya, lebih sedikt perempuan Afrika-Amerika yang diundang untuk melakukan tes osteoporosis dibanding perempuan Kaukasia, dan jika mereka menerima diagnosis, mereka cenderung tidak akan diresepkan pengobatan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement