Penelitian singing dog pertama kali dilakukan tim peneliti dari Universitas Negeri Papua, Manokwari bersama James McIntyre, seorang peneliti dari New Guenia Highland Wild Dog Foundation di Amerika Serikat.
(Baca Juga:Beragam Hal Unik yang Ditawarkan Kampung Sosrowijayan di Yogyakarta)
Pada 2016 lalu, para peneliti berhasil menangkap hidup-hidup anjing tersebut dan mengambil sampel DNA. Mulai dari darah, rambut, dan jaringan kulit untuk diuji secara ilmiah melalui analisa genetik.
Penemuan spesies baru anjing dataran tinggi ini dipublikasikan di International Conference on Biodiversuty Ecotourism and Creative Economy (ICBE 2018). Habitat singing dog adalah dataran tinggi dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.
Hewan ini biasa hidup berkelompok yang terdiri dari empat ekor anjing dengan pemimpin anjing jantan dan tiga anjing betina. Oleh masyarakat asli Suku Amume dan Kamoro, anjing ini dianggap sebagai nenek moyang mereka. (tam)
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.