Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asal Mula Nasi Bisa Jadi Makanan Pokok Kebanyakan Orang Indonesia

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 14 Oktober 2018 |00:05 WIB
Asal Mula Nasi Bisa Jadi Makanan Pokok Kebanyakan Orang Indonesia
Nasi putih (Foto: Nytimes)
A
A
A

Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Salah satunya adalah cerita Dewi Sri yang dianggap sebagai dewa kesuburan, dewi pertanian, dewi padi, dan dewi sawah. Di tanah Jawa terkenal dengan nama Dewi Shri sedangkan di Sunda Nyai Pohaci Sanghyang Asri.

Dewi Sri dipercaya sebagai penguasa dunia bawah tanah dan bulan. Dia dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi, mengatur kekayaan, kehidupan dan kemakmuran. Seperti panen padi yang melimpah dan dimuliakan sejak masa kerajaan Majapahit dan Pajajaran.

Di samping itu, dia juga mengendalikan kebalikannya, seperti kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit hingga kematian. Dewi Sri dipandang sebagai ibu kehidupan sekaligus dihubungkan dengan tanaman padi dan ular sawah.

Alkisah, Dewi Sri lahir dari sebuah telur ular ajaib bernama Antaboga. Telur indah yang tercipta dari tetesan air mata Antaboga itu merupakan mustika indah untuk persembahan ke Batara Guru, sebagai pengganti ketidakmampuannya bekerja membangun kahyangan karena tak punya tangan dan kaki.

Atas dasar perintah Batara Guru, Antaboga mengerami telur tersebut hingga menetas. Ajaibnya, lahirlah seorang bayi perempuan cantik, lucu dan menggemaskan yang kemudian diangkat menjadi anak sekaligus permaisuri oleh Batara Guru. Anak itu diberi nama Nyi Pohaci Sanghyang Sri.

Waktu berjalan, tumbuhlah anak tersebut menjadi seorang putri jelita, baik hati, lemah lembut, halus tutur kata, luhur budi pekerti dan bahasanya, serta mampu memikat siapa saja yang melihatnya. Karena kecantikannya yang mengalahkan semua bidadari dan dewi di kahyangan, Batara Guru pun terpikat ingin mempersunting anak angkatnya itu.

Melihat gelagat Batara Guru, Dewa lainpun khawatir jika pernikahan itu terjadi. Maka dari itu untuk menjaga kesucian Dewi Sri dan keselarasan rumah tangga di kahyangan, para Dewa berencana memisahkan Batara Guru dan Dewi Sri. Mereka pun bersepakat membunuh Dewi Sri lewat racun yang dicampur di minuman sang putri.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement