Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rujak & Gorengan di Meja Diplomatik Indonesia-China

Antara , Jurnalis-Kamis, 27 September 2018 |14:14 WIB
Rujak & Gorengan di Meja Diplomatik Indonesia-China
Rujak sebagai menu pertemuan diplomatik Indonesia-China (Foto:Cafebetawi)
A
A
A

ASAL-USUL rujak sampai saat ini masih simpang-siur. Ada yang bilang dari Arab karena konon penemu makanan yang tersaji dari berbagai jenis buah dan sayur itu bernama Abdul Rozak.

Namun tidak ada fakta sejarah dari negara mana makanan tersebut berasal karena tidak hanya di Indonesia, di Malaysia dan Singapura pun makanan tradisional yang disebut "rojak" itu juga ada.

Berbeda dengan salad yang juga sama-sama terdiri atas irisan buah-buahan dan sayur yang tercatat dalam berbagai literatur sejarah sebagai hidangan para bangsawan pada sekitar 1903.

Irisan buah-buahan dan sayur-sayuran yang dipadu bumbu ulegan saus tiram atau kerang yang disebut dengan petis, gula merah, terasi atau belacan, garam, dan kacang lazim disebut rujak.

Masyarakat Surabaya, Jawa Timur, mencampurinya dengan irisan moncong sapi yang direbus atau "cingur" untuk menambah kelezatan rujak sekaligus menjadi ikon kuliner "Kota Pahlawan" itu.

Rujak tidak mengenal mayones yang terbuat dari kuning telur, garam, merica, cuka, dan minyak untuk membedakannya dengan salad yang populer di Eropa.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement