MASYARAKAT Indonesia sampai saat ini masih memercayai banyak mitos yang beredar. Banyak orang yang mengaitkan suatu hal dengan mitos yang berkembang dan tak jarang mitos ini tidak masuk akal.
Ada beberapa mitos yang terkenal seperti 'jangan duduk di depan pintu nanti susah jodoh', 'kalau nyapu tidak bersih akan dapat suami brewok', 'duduk di atas bantal jadi bisulan' dan lain sebagainya.
Dalam dunia kuliner juga ada beberapa mitos yang dipercaya sampai saat ini. Salah satunya adalah kalau masakan keasinan, ingin cepat menikah. Apa saja kah mitos tersebut? Okezone telah mengumpulkan dari berbagai sumber, Minggu (16/9/2019), inilah 5 mitos kuliner yang berkembang di masyarakat.
1. Kalau sedang haid dilarang bikin tape ketan
Tape ketan yang terbuat dari beras ketan berwarna putih jika sudah masak akan memiliki warna hijau. Warna itu dihasilkan dari air perasan daun katuk. Pembuatan tape ketan ini bukanlah sesuatu yang mudah. Masyarakat percaya tingkat emosional dan psikis dapat memengaruhi rasa dari ketan. Ada mitos yang dipercaya masyarakat yaitu jika wanita yang sedang haid dilarang untuk mencampur adonan tape ketan dengan perasan daun katuk. Konon, itu akan memengaruhi warna tape ketan menjadi merah.
(Baca Juga:6 Potret Masakan Gagal yang Jauh Banget dari Ekspektasi, Dijamin Auto Ngakak!)
2. Masakan keasinan artinya kebelet kawin
Ini adalah mitos yang berkembang dan masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini. Konon, itu adalah sebuah protes yang dilakukan melalui makanan karena tidak kunjung diizinkan menikah. Meski wanita tersebut ingin cepat-cepat menikah dengan sang pujaan hati, namun orangtua belum mau melepas anaknya. Ada juga yang bilang kalau itu karena melamun memikirkan jodoh saat sedang masak dan jadi tidak fokus. Namun, sampai saat ini belum ada penjelasan pasti mengenai mitos ini.

3. Minum air kelapa biar kulit anak putih
Mitos ini sering dipercaya oleh ibu hamil. Konon kalau minum air kelapa dan daging kelapa muda, kulit sang anak saat lahir jadi putih dan bersih. Padahal sebenarnya itu tidak ada hubungannya sama sekali. Karena, warna kulit sang anak bergantung dengan warna kulit orangtua. Jika kulit orangtua mereka sawo matang, maka kemungkinan besar kulit sang anak akan sawo matang juga.
(Baca Juga:Berwisata ke Danau Toba Jangan Cuma Nikmati Keindahan Alamnya, Jajal Juga Wisata Budaya & Kulinernya)
4. Makan mi jangan sampai putus
Ada keyakinan yang dipercaya di China dan Jepang yaitu jika memakan mi tak boleh sampai putus. Mereka percaya bahwa mi adalah lambang kemakmuran dan panjang umur. Jika saat memakan mi diputus atau dipotong dengan sengaja sama saja dengan memotong kemakmuran. Diusahakan saat mengkonsumsi mi diseruput dalam satu kali hisapan.

5. Gula di teh tidak larut, ada yang kangen
Pernahkah Anda minum teh menggunakan gula namun gula tersebut tidak larut meski diaduk? Kalau Anda pernah mengalami itu, berarti ada yang kangen dengan Anda. Mitos ini percaya biasanya orang yang sedang naksir sama Anda itu rindu.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.