(Baca Juga:Kasus Penyakit GERD Terus Meningkat di Indonesia, Duduki 10 Besar!)
Sedangkan Malaria Tertiana berbahaya karena bisa mengakibatkan Animea kronis. Ini terjadi jika diderita penderita pada waktu yang lama. Kondisi ini tentu sangat tidak baik jika diderita oleh ibu hamil karena mengganggu tumbuh kembang janin.

Untuk pengobatan, kedua malaria ini membutuhkan penanganan berbeda. Dokter Berry menjelaskan perbedaan terdapat pada dosis Obat Anti Malaria (OAM) yang diberikan. Obat malaria ini kombinasi dari Dihidroartemisinin dan Piperakuin (DHP).
"Yang membedakan adalah pada obat Piperakuin. Tropika diberi hanya sekali saja disesuaikan dengan berat badan pasien. Sementara Tertiana diberikan selama 14 hari. Dosis sesuai berat badan pasien," kata Berry.