SELAIN soal restoran yang hadir dengan berbagai konsep kreatif dan unik, Jepang juga dikenal memiliki minimarket yang mumpuni, strategis, bersih, harga terjangkau, menawarkan makanan segar, dan pelayanan yang memuaskan.
Namun, semua kemudahan itu tidak datang tanpa banyak kerja keras dari pihak karyawan toko, yang mana sambil bekerja keras tanpa lelah dan selalu melempar senyuman pada pelanggan. Dalam hal kenyamanan pelayanan di minimarket, sejatinya ada beberapa etika yang para kasir harapkan dilakukan oleh pelanggan.
Nah, jika suatu saat berkesempatan untuk mendatangi minimarket asli Jepang langsung, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu, sederet etika penting ketika berbelanja di minimarket Jepang. Menyitat Soranews24, Rabu (12/9/2018) yuk dibaca dulu lima uraian singkat etika penting berbelanja di minimarket Jepang di bawah ini.
(Baca Juga:10 Pertanyaan dan Jawaban di Q&A Raden Rauf yang Paling Menohok Tapi Bikin Ngakak)
1. Jangan menggulung dan melipat lembaran uang tunai
Selain sebagai tempat membeli aneka makanan ringan dan minuman, mereka juga menjual makanan siap saji lengkap dan berbagai macam barang. Tidak hanya itu, bahkan pembayaran tagihan juga bisa dilakukan di sini. Tidak hanya untuk hal-hal kecil seperti layanan telepon bulanan, tetapi bahkan tagihan pajak.
Maka dari itu, sebaiknya saat membayar di kasir jangan melipat atau menggulung beberapa lembar uang tunai untuk membayar, segera buka lipatan gulungan uang tunai sebelum menyerahkannya ke petugas kasir. Selain lebih nyaman untuk kasir, juga membantu proses transaksi berjalan lebih cepat.

2. Tidak melempar uang koin
Satuan nominal mata uang Yen Jepang, adalah 1000 Yen. Maka biasanya, uang kembalian sangat dibutuhkan. Untungnya, minimarket di Jepang biasanya memiliki nampan kecil di sebelah meja kasir di mana pelanggan dapat menaruh koin saat sedang dihitung. Etika penting di sini adalah meletakkan koin tersebut dengan benar, bukan dengan cara dilempar. Kadang-kadang pelanggan yang tidak sopan membuang uang koin ke nampan dengan cara yang lebih menyerupai seperti acara pelemparan jarak jauh ke dalam kotak koleksi besar di kuil-kuil Buddha dan kuil Shinto.
(Baca Juga:Berada di New York, Selena Gomez Pakai Sepatu Mirip Kaus Kaki Seharga Rp17 Juta)
3. Letakkan kartu di atas uang tunai
Di Jepang, banyak minimarket yang mempunyai sistem memiliki reward cards, baik milik sendiri atau bagian dari jaringan bersama dengan bisnis lain. Saat bertransaksi dengan menggunakan kartu reward sekaligus uang tunai, letakkan kartu di atas lembaran uang. Sebab, petugas harus menggesek kartu tersebut sebelum mereka memberi tahu pelanggan. Jika petugas kasir tidak melihat kartu tersebut, padahal telah memindai semua barang yang dibeli, maka petugas kasir harus membatalkan penjualan dan memulai semua proses dari awal.
4. Tidak mengambil uang kembalian langsung dari tangan kasir
Para petugas kasir saat sudah menggenggam uang kembalian pelanggan, tentunya akan memberikan kepada pelanggan dengan cara yang seharusnya. Maka dari itu, sebagai pelanggan kita tidak perlu meanrik dengan kasar menarik uang tunai dari tangan petugas kasir, tidak peduli walaupun Anda sedang terburu-buru.
5. Perlakukan karyawan toko sama seperti sesama manusia lainnya
Jasa pelayanan di Jepang diketahui begitu bagus, sehingga menjadikan berbelanja sebagai pengalaman yang sangat menyenangkan. Sayangnya, terkadang pelanggan mengambil keuntungan dari hal ini dengan berlaku tidak sopan kepada petugas di minimarket. Misalnya dengan berkata dan bertindak kasar.
Ingatlah bahwa baik pembeli dan staf penjualan adalah sama-sama manusia biasa, jadi bahkan jika saat melayani terjadi kesalahan, tidak perlu melakukan atau berkata kasar. Jika merasa perlu mengajukan komplain, ajukan dengan cara yang sopan dan beradab.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.