Kemudian, para penduduk menggunakan kesempatan ini untuk memusnahkan sang raksasa, dengan cara menguburnya hidup-hidup dengan menimbun Kebo Iwa dengan kapur yang begitu banyak yang mana akhirnya disebutkan membuat Kebo Iwa merasa panas akibat tercampurnya kapur dengan air, hingga disebutkan sang raksasan akhirnya mati tenggelam terkubur di dalam sumur yang ia gali sendiri akibat air yang bercampur dengan kapur dan menciptakan panas yang melepuhkan kulit.
Lama kelamaan air sumur terus mengalir deras lalu meluap itu berubah menjadi danau yang kini di sebut Danau Batur dan tumpukan tanah yang digali dari sumur tersebut menjadi sebuah gunung yang dinamai Gunung Batur. Inilah kisah cerita rakyat yang diyakini oleh masyarakat sekitar soal asal-usul terbentuknya danau dan gunung Batur.
Namun, jika ditelisik dari sisi ilmu ilmiah, proses terbentuknya danau Batur sendiri dikatakan karena dua letusan Gunung Batur tua yang memiliki ketinggian lebih dari 3000 meter diatas permukaan laut.

Gunung api Batur purba ini meletus sekitar 29.300 tahun yang lalu dan menghancurkan separuh bagian gunung bagian atas. Lalu letusan dahsyat tersebut, mengakibatkan oleh amblasnya dasar Gunung Batur berukuran 13,8 kali 10 kilometer persegi melingkar dengan diameter 7,5 kilometer lalu membentuk dinding terjal sedalam kira-kira 400 meter, terjadilah kaldera yang pertama.