Sementara Dr Damayanti menyebutkan bahwa kuman akan mudah berkembang biak di bawah suhu 5 derajat Celcius. Kemungkinan besar bubur tersebut mengandung banyak kuman pemicu penyakit.
"Karena banyak kuman, anak bisa diare kalau diberi makan bubur itu. Ditambah higienitasnya juga kurang, jadi semakin parah," terang dia.
Dia mengatakan, saat Anda tidak memungkinkan memberikan MPASI anak yang dibuat sendiri di dapur, tak salah jika memberikan bubur bayi terfortifikasi. WHO sudah menyetujui standar aman panganan instan itu, daripada membeli bubur jadi yang kurang jelas.
"Para ibu harus pintar, kalau pilih makanan untuk anak seharusnya ada izin edar BPOM. WHO saja sudah menyetujui bubur kemasan berbagai merek di Indonesia, tapi kenapa kalau kita malah barangnya dihina-hina," tegasnya.
(Helmi Ade Saputra)