
Hiroo menilai, dari sisi tenaga medis dan bangunan rumah sakit di Indonesia sudah memadai. Namun untuk kualitas alat kesehatannya kurang canggih.
Maka itu, dia mengajak tenaga ahli dari Indonesia untuk bisa memproduksi alat kesehatan berbasis teknologi terkini di negeri sendiri. Ini tentu berpengaruh terhadap daya jual dan daya beli murah bagi yang membutuhkan.
"Di sini dokter bagus dan rumah sakitnya bagus. Tapi soal pelayanan, butuh alat kesehatan canggih. Misalnya alat X Ray kalau jelek, gambar ikut jelek. Ini bisa membuat pasien tidak puas," imbuh Hiroo.
Hiroo menambahkan, untuk membuat alat kesehatan canggih, Indonesia pun bisa. Sebab, seiring waktu kebutuhan alat kesehatan berteknologi canggih pasti dibutuhkan.