4. Antidepresan
Antidepresan biasanya digunakan untuk mengobati depresi. Meski begitu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati sakit dengan mengubah senyawa kimia dalam otak, khususnya serotonin dan norepinefrin. Senyawa kimia otak ini telah terbukti mempengaruhi reseptor nyeri serta reseptor mood. Orang dengan kondisi nyeri kronis yang tidak merespon pengobatan lain dapat menggunakan obat ini untuk mengontrol rasa sakit.
5. Suntik kortison
Foto: Shutterstock
Jika berbagai obat sakit pinggang yang sudah disebutkan di atas tidak juga membuat kondisi Anda membaik, dokter mungkin akan melakukan suntik kortison di sekitar sumsum tulang belakang Anda. Suntik kortison membantu mengurangi peradangan sementara di sekitar akar saraf.
BACA JUGA: David Beckham Akan Jadi Host Acara Masak di TV Amerika
6. Opioid
Opioid penghilang rasa sakit lebih kuat yang umumnya digunakan untuk nyeri yang lebih parah. Obat ini memerlukan resep dari dokter dan pemantauan berkala. Opoid bekerja dengan menghalangi reseptor rasa sakit di otak. Hal ini juga dapat mempengaruhi detak jantung dan pernafasan. Beberapa contoh opioid antara lain morfin, fentanyl, oksikodon, dan kodein. Ketergantungan obat dapat berkembang jika Anda mengambil opioid secara teratur selama jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, bicaralah dengan dokter Anda tentang bagaimana Anda dapat mencegah hal ini.
(Risna Nur Rahayu)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.