SAKIT pinggang adalah penyakit yang sering dialami banyak orang. Bahkan, hampir semua orang pernah mengalami sakit pinggang sekali seumur hidupnya. Tergantung penyebabnya, rasa sakit yang ditimbulkan dapat berbeda-beda pada setiap orang.
Ada yang ringan dan berlangsung sebentar, ada pula yang parah hingga menghambat aktivitas sehari-hari. Dengan mengetahui obat sakit pinggang alami maupun dengan resep dokter, Anda dapat meringankan serta mengendalikan gejala yang ada.
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit pinggang. Namun penyebab sakit pinggang yang sering terjadi adalah karena otot atau ligamen terkilir akibat meregang berlebihan.

Kondisi ini biasanya disebabkan karena Anda mengangkat benda berat dengan posisi tubuh yang tidak tepat, memutar tubuh, punya postur tubuh yang buruk dan tak diatasi, hingga cedera olahraga. Otot yang terkilir dapat terjadi secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara perlahan karena gerakan yang berulang.
Selain itu, kelainan bawaan pada tulang belakang serta kondisi medis tertentu seperti saraf kejepit, radang sendi panggul, osteoporosis, stenosis tulang belakang, spondilolistesis serta obesitas juga bisa jadi penyebab sakit pinggang.
Jika Anda mengalami sakit pinggang yang diakibatkan karena cedera ketika kecelakaan kendaraan, olahraga, ataupun jatuh dari ketinggian, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat sakit pinggang yang sesuai dengan kondisi Anda.
Obat sakit pinggang dengan resep dokter
Dokter Anda bisanya akan meresepkan obat sakit pinggang bersamaan dengan terapi fisik atau perawatan lain. Berbagai pengobatan ini umumnya hanya untuk mengurangi rasa sakit, bukan menghilangkan sumber nyeri yang mendasarinya. Berikut ini beberapa obat sakit pinggang yang sering diresepkan dokter:
1. Obat pereda nyeri
Obat-obatan NSAID, seperti ibuprofen atau natrium naproksen dapat meredakan nyeri pinggang akut. Beberapa obat-obatan pereda nyeri dapat Anda temukan dengan mudah di toko obat tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan. Menggunakan obat pereda nyeri secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius. Jika obat pereda nyeri tanpa resep tidak juga menghilangkan rasa sakit Anda, dokter mungkin akan memberikan obat pereda resep dengan dosis yang lebih tinggi.
Foto: Shutterstock
2. Penghilang rasa sakit topikal
Jika sakit pinggang Anda tergolong ringan, menggunakan obat penghilang rasa sakit topikal mungkin bisa membantu. Anda dapat menempelkan koyo atau mengoleskan salep pada daerah yang terasa nyeri. Obat penghilang rasa sakit jenis ini bisa dengan mudah Anda temukan di warung atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter.
3. Relaksan otot
Dokter juga mungkin akan meresepkan relaksan otot sebagai obat sakit pinggang jika kondisi Anda tidak membaik. Relaksan otot biasanya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk sakit punggung yang berhubungan dengan kejang otot. Obat ini bekerja terpusat pada ota untuk memberitahu otak Anda agar mengendurkan otot-otot yang kaku. Beberapa obat relaksan otot yang umum termasuk baclofen, cyclobenzaprine(Flexeril ®), carisoprodol (Soma®) dan eperison (Myonal ®).
Sayangnya, obat relaksan otot dapat membuat Anda pusing dan mengantuk. Jadi, pastikan Anda tidak berkendara atau menjalankan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi setelah mengonsumsi obat ini.