Kita tidak perlu menyediakan stok ASI perah dalam jumlah banyak. Setiap bayi baru lahir kebutuhan minum ASI itu tidak banyak. Terpenting usai minum ASI, bayi tidak rewel dan tampak riang wajahnya. Jadi Anda tidak usah khawatir akan kebutuhan ASI yang akan didapatkan si kecil selama masih bisa menyusu langsung, serta pemberian waktunya tepat.
2. Cek kondisi air kencing
Air kencing juga bisa jadi indikator bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup. Di minggu pertama bayi Anda lahir, warna air kencing akan pekat dan frekuensinya jarang. Setelah ia tumbuh dan mendapatkan ASI eksklusif, bayi sering buang air kecil, kira-kira sebanyak 5-8 kali dalam sehari. Kemudian lama-lama warnanya tambah jernih dan tidak merasa tersiksa.
3. Lihat fasesnya
Hari pertama setelah bayi lahir memang akan mengeluarkan fases hitam dan lengket. Kondisi ini wajar, karena selama di dalam kandungan bayi tidak pernah mengeluarkan fases sekalipun. Nah, di minggu-minggu berikutnya tetap perhatikan fasesnya. Biasanya bayi ASI jarang mengalami diare atau sembelit. Sebab, kandungan kolostrum dari ASI berfungsi sebagai pencahar alami yang dibutuhkan si kecil.