GUNUNG Everest yang masyhur karena ketinggian dan keindahannya ternyata tak luput dari sampah. Jumlah sampah di gunung bersalju abadi itu terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pengunjung.
Pendaki Gunung Everest yang berasal dari berbagai negara selalu meninggalkan sampah. Semakin lama, sampah yang berada di gunung antara Tibet dan Nepal itu pun terus bertumpuk mencapai 8,5 ton. Tumpukan sampah di Gunung Everest itu menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Pemerintah Tiongkok dan Nepal.
Dilansir Daily Satar, 30 orang dari Tibet membersihkan sekitar 5,2 ton sampah berupa limbah rumah tangga, 2,3 ton kotoran manusia, dan satu ton sampah sisa peralatan pendakian di Gunung Everest.
Sampah tersebut diperoleh dari sisa pendakian sejak Maret sampai Mei 2018. Sekitar 202 orang memulai pendakian dari Tibet dan 446 lainnya dari Nepal.

Foto: Shutterstock
Suhu udara yang terus meningkat mencairkan sampah beku yang ditinggalkan oleh pendaki selama beberapa dekade terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah aktivis lingkungan hidup di India, Nepal, dan Tiongkok.
[Baca Juga: Mapala UI Siap Menuju Puncak Gunung Everest pada 2019]
Sejak 2015 lalu, Pemerintah Tibet selalu memberikan dua kantung kosong kepada setiap pendaki untuk tempat sampah. Setiap pendaki wajib membawa turun sampah seberat delapan kilogram.
Pendaki yang tidak memenuhi syarat tersebut bakal dikenakan denda sebesar US$100 atau sekitar Rp1,3 juta. Peraturan semacam itu telah diterapkan di Nepal sejak 2014 lalu.

Foto: Shutterstock
Melihat banyaknya sampah yang mencemari lingkungan, pemerintah Tiongkok memiliki rencana brilian. Mereka berinisiatif membangun toilet ramah lingkungan dan sejumlah sarana pengumpulan sampah di Gunung Everest.
(Abu Sahma Pane)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.