Advertisement
Advertisement

Iktikaf, Menyongsong Datangnya Lailatul qadar

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 04 Juni 2018 |11:32 WIB
Iktikaf, Menyongsong Datangnya Lailatul qadar
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

BULAN Ramadan hampir berlalu. Sejumlah masjid mulai didatangi oleh sejumlah orang yang ingin melakukan iktikaf. Iktikaf merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dikerjakan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan.

Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan, secara bahasa iktikaf berarti menahan. Sedangkan dalam syariat Islam, iktikaf artinya berdiam diri di masjid untuk beribadah dalam jangka waktu tertentu. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar dari Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad gemar melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. "Rasulullah selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan," demikian bunyi hadis tersebut.

Iktikaf memang bukan amalan wajib. Tapi, amalan ini sangat dianjurkan di bulan Ramadan untuk melatih pribadi menjadi lebih disiplin, mencintai masjid, sekaligus menyongsong datangnya lailatulkadar. Bahkan, ada sejumlah masjid yang mengadakan acara khusus bernama Mabit alias malam bina iman dan takwa pada 10 hari terakhir di bulan ramadan. Acara ini digelar untuk mengajak umat muslim beriktikaf guna menyambut datangnya Lailatul Qadar.

Lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Nabi Muhammad memang tidak menjelaskan detail kapan lailatul qadar terjadi. Tujuan dari perahasiaan datangnya lailatul qadar agar umat Islam selalu beribadah dan memperbanyak amal salih sejak awal Ramadan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement