Ketiga jenis burung tersebut antara lain dara-laut alaska (Onychoprion aleuticus) yang sebelumnya berisiko rendah terhadap kepunahan (Least Concern/LC) menjadi rentan (Vulnerable/VU), myzomela bacan (Myzomela batjanensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah (Near Threatened/NT) menjadi rentan, dan punggok sumba (Ninox sumbaensis) yang sebelumnya berstatus mendekati terancam punah, kini meningkat tajam menjadi genting (Endangered/EN).
Menurutnya, temuan-temuan baru itu sudah semestinya meningkatkan kepedulian terhadap kekayaan alam unik yang dimiliki Indonesia.
Ia menambahkan, sebagaimana satwa-satwa lainnya, jumlah jenis burung di Indonesia kemungkinan dapat terus bertambah dengan penelitian-penelitan yang semakin intensif di lakukan di masa depan.

(Baca Juga: Tas Branded seperti Ini Lho yang Lagi Banyak Peminatnya di Bulan Ramadan)
"Jika alam Indonesia yang merupakan habitat burung terus-menerus dirusak, maka bukan tidak mungkin banyak jenis burung akan punah bahkan sebelum ditemukan. Terlebih yang sekarang ada dan sudah ditemukan pun nantinya anak cucu kita mungkin tidak akan pernah sempat mengenalnya dan hanya bisa mengetahuinya dari literatur-literatur akademis," kata Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, Fery Hasudungan.
