Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Proses Pembuatan Meriam Karbit yang Siap Berdentum Menyambut Lebaran

Ade Putra , Jurnalis-Kamis, 31 Mei 2018 |08:09 WIB
Melihat Proses Pembuatan Meriam Karbit yang Siap Berdentum Menyambut Lebaran
Meriam Karbit (Foto: Fakhri Rezy/Okezone)
A
A
A

Setelah semua proses sudah dilakukan, saatnya menyatukan kembali balok yang sudah dibelah dan dilubangi itu. Mereka menyebutnya nangkop (menyatukan kembali) meriam. Sebelumnya, diberi lapisan di antara sisi kiri dan kanan balok yang akan disatukan dengan kain goni atau karpet. Maksudnya untuk menghindari uap (campuran air dan karbit) keluar dari cela-celanya.

Ketika sudah disatukan, akan terbentuk bulatan seperti kayu balok yang masih utuh. Namun berlubang pada tengahnya. Dari lubang itulah bunyi meriam yang menggelegar akan keluar. Radiusnya bisa mencapai 5 kilometer.

 Meriam karbit (Fakhri Rezy/Okezone)

"Bagi warga sekitar suara nyaring ini sudah hal lumrah. Bahkan beberapa kaca maupun piring serta jam dinding mereka ada yang pecah. Tapi mereka memaklumi dan mengantisipasinya. Karena ini merupakan tradisi tahunan," tutur pria 31 tahun ini.

Proses selanjutnya adalah menyimpai atau melelilitkan rotan pada balok kayu yang dibelah tadi. Ditambah dengan paku. Tujuannya agar belahan balok tak terbuka ketika ada dorongan dari suara saat dinyalakan. Menyimpai adalah proses terakhir. Setelah itu, meriam siap dinyalakan.

"Biasanya kalau sudah jadi begini, kita buang atau rendam lagi meriam ke dalam air. Dekat-dekat hari lebaran baru kita angkat dan siap dinyalakan. Sebenarnya bisa dinyalakan sekarang, tapi nanti saja saat hari H, karena takut rusak kalau dimainkan sekarang," kata Hendra.

 Baca juga: Imutnya Kereta Bertema Hello Kitty, Akhir Juni Siap meluncur!

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement