Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melihat Proses Pembuatan Meriam Karbit yang Siap Berdentum Menyambut Lebaran

Ade Putra , Jurnalis-Kamis, 31 Mei 2018 |08:09 WIB
Melihat Proses Pembuatan Meriam Karbit yang Siap Berdentum Menyambut Lebaran
Meriam Karbit (Foto: Fakhri Rezy/Okezone)
A
A
A

DI KOTA Pontianak, Kalimantan Barat, terdapat tradisi unik bagi warganya ketika memasuki Ramadan dan menyambut Idul Fitri. Terutama yang bermukim di tepian Sungai Kapuas.

Tradisi itu merupakan permainan tradisional yang sejak lama sudah dipertahankan. Namanya Meriam Karbit. Di kota yang dilewati garis khatulistiwa itu terdapat Sungai Kapuas yang disebut sebagai sungai terpanjang di Indonesia.

Memasuki Ramadan, di sepanjang bentang Sungai Kapuas ini sudah berjejer meriam dengan berbagai ukuran, warna dan dihiasi dengan berbagai ornamen. Menyalakan Meriam Karbit yang memiliki bunyi menggelegar dan mampu menggetarkan bumi ini dianggap warga sebagai ungkapan syukur bisa mencapai hari kemenangan melewati Ramadan, melawan nafsu dan menyambut Idul Fitri.

 Baca juga: Hal yang Cewek Inginkan dari Cowok, Nomor 7 Jangan Diingkari!

Maka tak heran bila warga berbondong-bondong menyaksikan tradisi ini setiap malam sambut Idul Fitri. Sebelum disusun atau dijejerkan menghadap ke seberang sungai, tentu banyak proses yang dilewati untuk menjadikan satu Meriam Karbit yang berbahan baku kayu balok ini.

Meski saat ini sulit untuk mendapatkan balok kayu berukuran besar, kalaupun ada harganya cukup mahal, namun itu tak menyurutkan niat warga mempertahankan tradisi dan budaya ini. Warga tetap berjuang untuk mendapatkan balok kayu. Belum lagi dengan harga rotan dan karbit yang tiap tahunnya merangkak mahal.

Salah satu kelompok permainan Meriam Karbit yang ditemui adalah Setia Tambelan. Kelompok ini sudah melakukan persiapan sejak memasuki Ramadan. Delapan Meriam Karbit rencananya akan dimainkan pada malam Idul Fitri nanti.

"Sekarang sudah adaima meriam yang telah jadi. Kami olah secara gotong royong. Dan dana yang didapati juga dari urunan," kata Ketua Meriam Karbit Setia Tambelan, Hendra ditemui di lokasi pembuatan meriam kawasan Water Front Tepian Sungai Kapuas, Jalan H. Abu Naim, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur.

Baca juga: Pria Ini Bikin Tato Bibir Seksi Kylie Jenner, Sang Idola Langsung Hadiahi Tas Puluhan Juta Rupiah

 Meriam karbit (Ade Putra/Okezone)

Ia menjelaskan, persiapan pertama dalam membuat meriam ini adalah membelah balok kayu menjadi dua bagian. "Kami siapkan delapan meriam. Dua merupakan balok kayu baru. Enam meriam lama yang kami rehab saja," terangnya.

Proses pembelahan balok kayu harus menggunakan gergaji mesin. Karena, ukurannya cukup besar. Rata-rata berdiameter 70 sentimeter dengan panjang enam meter. "Setelah dibelah, bagian tengah dua sisi balok kita tara dengan kampak dan pahat menjadi setengah lingkaran atau bulatan. Pada ujungnya, disisakan sebagai pangkal," tuturnya.

Proses selanjutnya adalah pembuatan lubang penyulutan api pada bagian atas meriam dan lubang di bagian bawah meriam untuk membuang sisa air yang bercampur karbit. "Kami pakai alas dari seng sebagai penahanan air dan karbit yang terletak pada bagian dalam, gunanya untuk menghindari terjadinya rembesan yang dapat mempengaruhi bunyi," jelasnya.

 Baca juga: Berikan Buket Bunga Uang senilai Rp740 Juta ke Kekasihnya, Pria Ini Malah Terancam Pidana

Setelah semua proses sudah dilakukan, saatnya menyatukan kembali balok yang sudah dibelah dan dilubangi itu. Mereka menyebutnya nangkop (menyatukan kembali) meriam. Sebelumnya, diberi lapisan di antara sisi kiri dan kanan balok yang akan disatukan dengan kain goni atau karpet. Maksudnya untuk menghindari uap (campuran air dan karbit) keluar dari cela-celanya.

Ketika sudah disatukan, akan terbentuk bulatan seperti kayu balok yang masih utuh. Namun berlubang pada tengahnya. Dari lubang itulah bunyi meriam yang menggelegar akan keluar. Radiusnya bisa mencapai 5 kilometer.

 Meriam karbit (Fakhri Rezy/Okezone)

"Bagi warga sekitar suara nyaring ini sudah hal lumrah. Bahkan beberapa kaca maupun piring serta jam dinding mereka ada yang pecah. Tapi mereka memaklumi dan mengantisipasinya. Karena ini merupakan tradisi tahunan," tutur pria 31 tahun ini.

Proses selanjutnya adalah menyimpai atau melelilitkan rotan pada balok kayu yang dibelah tadi. Ditambah dengan paku. Tujuannya agar belahan balok tak terbuka ketika ada dorongan dari suara saat dinyalakan. Menyimpai adalah proses terakhir. Setelah itu, meriam siap dinyalakan.

"Biasanya kalau sudah jadi begini, kita buang atau rendam lagi meriam ke dalam air. Dekat-dekat hari lebaran baru kita angkat dan siap dinyalakan. Sebenarnya bisa dinyalakan sekarang, tapi nanti saja saat hari H, karena takut rusak kalau dimainkan sekarang," kata Hendra.

 Baca juga: Imutnya Kereta Bertema Hello Kitty, Akhir Juni Siap meluncur!

Jika melihat meriam yang sudah jadi, kata dia, mungkin orang mengatakan tak banyak proses pengerjaannya. Namun butuh cukup waktu lama untuk membuat meriam ini. "Kalau dari nol atau balok baru, satu meriam bisa memakan waktu selama empat hari. Itu belum mengecat, belum membuat landasan meriam," tambahnya.

Saat ini, Hendra dan warga lainnya masih bergotong royong membuat beberapa meriam. Ia memprediksi, meriam yang ada di tempatnya akan dinaikkan ke atas landasan sekitar H - 15 Idul Fitri. "Kalau sudah naik ke landasan (dari rendaman sungai) dilakukan pengecatan dengan ditambah motif yang beraneka ragam khas Kota Pontianak," ujarnya.

Untuk menyemarakkan malam sambut Idul Fitri, Hendra dan kawan-kawan juga membuat panggung di lokasi meriamnya. Itu untuk membuat suasana tambah lebih meriah. Dalam menyalakan meriam juga ada prosesnya, yaitu setiap bagian yang berlubang harus ditutup ketika di dalamnya terdapat campuran karbit dan air. Kebanyakan menggunakan kertas koran yang sudah dibasahi.

"Kalau malam lebaran kita bunyikan sepuasnya. Nanti bunyi meriam bersahutan dari mana-mana. Ada dari seberang, kiri dan kanan. Biasa ada yang sampai pagi baru berhenti main meriam," tutup Hendra.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement