Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikmati Minuman Legendaris ala Bojonegoro Sejak Tahun 1950-an

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 28 Mei 2018 |17:05 WIB
Menikmati Minuman Legendaris ala Bojonegoro Sejak Tahun 1950-an
Wedang Tape Ketan Hitam (Avirista/Okezone)
A
A
A

 Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

Menurutnya, dari awal berjualan sejak neneknya hingga sekarang takaran wedang tak mengalami perubahan. Hanya Lia mengaku bahwa dirinya tak terlalu paham takaran tersebut. Mengingat yang paham komposisinya sang suami bernama Totok Suyanto.

“Yang meracik dan menakar itu suami saya. Saya tinggal meraciknya di gelas – gelas,” tukas perempuan satu anak ini.

Dari jumlah tersebut, maksimal 50 gelas wedang tape ketan hitam laris dibeli pembeli . Jumlah tersebut bertambah saat waktu libur tiba.

“ Bila waktu libur ya sekitar 80 gelas. Biasanya malah kurang segitu,” bebernya.

Nah bagi anda yang ingin menikmati segelas wedang tape ketan hitam, cukup merogoh kocek Rp 6.000 untuk gelas ukuran sedang dan Rp 12.000 untuk gelas berukuran jumbo.

Di samping menjajakan wedang tape ketan hitam, menu andalan lain yakni rujak cingur. Makanan khas Jawa Timur ini dibanderol dengan harga per porsinya Rp 17.000, bila tambah nasi menjadi Rp 20.000 per porsinya.

“Ya kalau normalnya porsi menghabiskan 4 – 5 kg cingur. Tapi kalau lagi ramai liburan bisa sampai menghabiskan 8 kg cingur,” tandasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement