Advertisement
Advertisement

10 Bahaya Makan Junk Food yang Tidak Anda Ketahui

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Jum'at, 25 Mei 2018 |10:16 WIB
10 Bahaya Makan <i>Junk Food</i> yang Tidak Anda Ketahui
Junk Food (Ctvnews)
A
A
A

SEBUAH penelitian baru-baru ini menemukan bahwa iklan junk food berkaitan dengan obesitas pada kaum milenial. Penelitian lebih lanjut juga menyatakan bahwa anak muda yang menonton lebih dari satu iklan makanan junk food selama seminggu mengkonsumsi sekitar 350 kalori tambahan dalam makanan tinggi gula, garam dan lemak.

Dilansir dari Boldsky, kita akan membahas mengapa junk food tidak sehat dan kerugian yang bisa didapatkan dari junk food.

1. Mengganggu Sistem Ingatan

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang sehat yang makan junk food selama lebih dari lima hari maka akan berdampak buruk pada hati, kecepatan dan sensitivitasnya. Jika terus dilanjutkan makan junk food selama lima hari bisa semakin memperburuk ingatan Anda. Ini disebabkan, karena pola makan yang buruk dapat menyebabkan reaksi kimia tertentu yang menyebabkan peradangan di otak, yang berhubungan dengan ingatan.

Baca juga: Gemasnya, Anak Kucing Bermata Bulat Sedang Ngempeng!


2. Tidak Bisa Mengontrol Nafsu Makan

 Junk Food (Jagran)

Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh yang ditemukan dalam makanan olahan dan makanan yang digoreng dapat membuat otak sulit untuk memproses seberapa nesar rasa lapar dan apa yang telah Anda makan. Untuk mengembalikan berfungsinya otak, maka dosis harian asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 sangat diperlukan. Kekurangan dalam dua asam lemak ini dapat menyebabkan masalah yang berhubungan dengan otak dan makan berlebihan.

3. Meningkatkan Risiko Demensia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan asam lemak dan manisan dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh secara substansial. Semakin tinggi tingkat insulin dalam tubuh, semakin banyak otak berhenti merespons hormon ini dan menjadi resisten terhadapnya. Ini membatasi kemampuan untuk mengingat atau berpikir, sehingga menciptakan risiko demensia.

 Baca juga: Pria Ini Nekat Berenang Melintasi Samudera Pasifik Selama 6 Bulan

4. Dapat Menyebabkan Depresi

 Junk food (eatthis)

Mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula mengubah aktivitas kimia otak dan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengatasi stres, dan itu akan membuat Anda tertekan. Makan terlalu banyak makanan junk food juga dapat membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi penting seperti tryptophan asam amino. Kekurangan asam amino ini dapat meningkatkan perasaan depresi.

5. Tidak Sabaran dan Keinginan yang Tidak Terkendali

Junk food dipenuhi dengan karbohidrat olahan, yang mengubah tingkat gula darah Anda. Jika kadar gula Anda sangat rendah, itu dapat menyebabkan kecemasan, kelelahan, dan kebingungan. Kandungan lemak dan gula yang tinggi dalam junk food akan membuat Anda makan terlalu cepat dan juga membuat makan berlebihan hanya untuk memuaskan hasrat Anda.

6. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Salah satu efek junk food pada perut adalah bahwa hal itu menyebabkan masalah pencernaan seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) dan irritable bowel syndrome (IBS). Alasannya, karena makanan cepat saji ini digoreng dan minyak dari makanan terakumulasi di perut, menyebabkan keasaman. Junk foods yang pedas juga dapat membuat lapisan perut iritasi.

 Baca juga: Jangan Beli Hewan Secara Online, Ini Akibatnya

7. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

 Junk Food (Comosmagazine)

Makanan cepat saji meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang merupakan faktor risiko utama dari gejala penyakit jantung. Lemak yang ada di dalam junk food berakumulasi di tubuh dan membuat obesitas. Semakin bertambah berat badan Anda maka semakin tinggi risiko penyakit jantung.

8. Menyebabkan Penyakit Ginjal

Makanan cepat saji seperti keripik dan kentang goreng mengandung sejumlah besar garam yang diproses halus, yang meningkatkan sekresi enzim dan air liur yang meningkatkan keinginan Anda. Natrium dan lemak jahat dari garam meningkatkan tekanan darah, sehingga mempengaruhi fungsi ginjal.

 Baca juga: Terlihat Drama dan Romantis, Tudung Kepala Melayang di Pernikahan Warga China Jadi Tren

9. Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati

 

Kerugian lain dari junk food adalah dapat menyebabkan kerusakan hati. Makanan cepat saji mengandung kadar lemak trans yang tinggi yang disimpan sebagai lemak di hati, yang dapat menyebabkan penyakit hati berlemak dan disfungsi hati.

10. Meningkatkan Risiko Kanker

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar. Studi lain juga menunjukkan bahwa pria yang makan gorengan lebih dari dua kali dalam sebulan memiliki peningkatan risiko kanker prostat.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement