Terbukti hingga hari ini, Ngatimin berhasil menjalani ibadah puasanya dengan sempurna. Ia mengaku mengatur jam kerja dengan baik, istirahat cukup dan menjaga makanan menjadi kunci utamanya dalam bekerja.
"Sampai saat ini, puasa saya masih sempurna. Supaya tidak lelah, saya mengatur jam kerja. Saya mulai narik (bekerja) jam tiga sore dan pulang jam 10 malam. Jadi saya bisa buka puasa di jalan dan ikut tarawih di masjid. Kalau untuk buka puasa, saya cukup minum air putih. Kalau makanan untuk buka sih beda-beda. Kalo pas lagi dekat rumah, saya pulang dulu buat makan. Tapi kalau jauh, terpaksa saya cari warung tegal (Warteg)," lanjutnya.
Ngatimin mengaku memiliki penyakit kurang darah (anemia). Oleh sebab itu, ia serius dalam mengatur pola makannya. Ia cenderung menjauhi jeroan supaya bisa bekerja dengan baik.
"Saya punya penyakit kurang darah. Jadi saya selalu minum obat sebelum bekerja. Selain itu saya juga selalu menjauhi jeroan. Saya sudah berumur, jadi nyari aman saja dengan menghindari makanan seperti itu," tuntasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.