
"Istri kedua adalah seperti penjamin untuk anak laki-laki," kata salah satu warga lansia di desa itu.
Beruntungnya, meski hidup dengan dua istri yang umumnya mengundang pertengkaran, mereka malah hidup akur. Hampir tidak pernah ada konflik dan mereka sama-sama saling membantu.
Para wanita di desa tersebut tidak keberatan karena laki-laki menjamin hak yang sama untuk kedua istri mereka. Mereka di sana rela dimadu dan diberi nafkah yang layak.
"Kebetulan ini bukan keinginan, tapi Tuhan berkehendak. Hampir semua pria di desa ini punya dua istri yang tingga serumah," ujar Maulvi Nishru Khan, yang merupakan penduduk desa.