Air kembang tahu alias theufu atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung (Babel) dengan nama theufufa.
Minuman tradisional ini tak asing lagi di telinga masyarakat Babel, hampir seluruh pelosok di pulau Bangka mengenali minuman berbahan dasar kembang tahu tersebut. Sayangnya, kini keberadaan theufufa bisa dihitung dengan jari.
Kofen (49) warga keturunan Tionghoa yang menjual Theufufa menjelaskan, proses pembuatan theufufa tidaklah sulit, karena hampir sama dengan pembuatan tahu yang berbahan dasar kedelai.

Bedanya, kata dia pertama bahan kedelai yang sudah di rendam, kemudian di giling dan dimasak hingga mendidih. Lalu diangkat dan dipindahkan ke dalam wadah, dan ditunggu sekira 4 jam maka theufufa pun menjadi.