Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minum Es saat Cuaca Panas Justru Bikin Tambah Haus dan Batuk, Benarkah?

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Rabu, 09 Mei 2018 |18:43 WIB
Minum Es saat Cuaca Panas Justru Bikin Tambah Haus dan Batuk, Benarkah?
Ilustrasi (Foto: Davidwolfe)
A
A
A

Tidak seperti penelitian sebelumnya, Dr Jay tidak hanya mengandalkan terkometer rektal sebagai proxy untuk suhu inti. Sebaliknya, ia memantau tingkat metabolisme dan menyebarkan delapan thermometer di beberapa bagian tubuh, termasuk pada bagian dalam hidung dan kerongkongan.

Melalui pendekatan yang dikenal sebutan “kalorimeteri partisional” ini, ia dapat memperolah perhitungan yang lebih akurat terkait total panas yang masuk dan keluar dari tubuh responden. Perbedannya memang sangat halus tetapi kursial, karena jika Anda meminum segelas penuh air es, cairan tersebut justru akan memicu perubahan suhu pada thermometer rektal yang disematkan di bagian perut.

Baca Juga: 10 Selebritis Dunia Penyuka Sepatu Sneakers 'Murahan'

Dengan kata lain, indikator thermometer akan mengalami penuruhan suhu yang cukup signifikan, namun dengan kondisi tubuh yang tidak benar-benar dingin. Studi baru juga menunjukkan bahwa meminum air panas memang memicu keluarnya keringat, tetapi juga ampuh dalam menurunkan suhu tubuh.

Sebaliknya, meminum air dingin justru menghasilkan respon yang berlawanan, meski keringat yang dikeluarkan tidak sebanyak ketika meminum air panas. Meminum air dingin yang berlebihan juga dipercaya dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan batuk.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement