PENYAKIT Lupus Eritematosus Sistemik merupakan penyakit yang lebih banyak menyerang perempuan, terutama pada usia produktif. Kondisi ini dapat membuat perempuan mengalami kesulitan untuk hamil. Tapi bukan berarti tidak bisa.
Seperti yang diketahui, lupus adalah penyakit autoimun dimana sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan benda asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Akibatnya sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit lupus belum diketahui. Namun bisa karena faktor genetik, lingkungan, hormonal , dan neuroendocrine system.
Pada orang dengan lupus (ODAPUS), dapat terjadi antiphospholipid syndrome (APS) yang mengakibatkan pembekuan atau penggumpalan darah cenderung terjadi lebih mudah. Darah yang menggumpal itu tentu bisa membawa dampak negatif. Terlebih terjadinya bisa di semua bagian tubuh.
“Pada ibu hamil bisa terjadi penggumpalan darah di plasenta, terjadi penyumbatan di pembuluh darah sehingga pemberian makan dari ibu ke anak menjadi terganggu. Kondisi inilah yang menyebabkan keguguran,” terang dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sumariyono, SpPD-KR saat ditemui dalam media briefing ‘Periksa Lupus Sendiri (SALURI) – Memahami Program Deteksi Dini Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES)’ Selasa (8/5/2018), di Gedung D Direktorat Jenderal P2PTM Kementerian Kesehatan, Johar Baru, Jakarta Timur.
“Namun bukan berarti tidak bisa hamil, orang lupus tidak masalah saat hamil. Ada strategi atau cara untuk mereka hamil secara aman,” tambah dr Sumariyono.