DOKTER spesialis mata Zoraya Ariefia Feranthy SpM menganjurkan masyarakat menerapkan rumus 20-20 yaitu istirahatkan mata selama 20 detik setelah mata bekerja selama 20 menit untuk menjaga kesehatan mata.
Penerapan rumus 20-20 tersebut, ujar dia, untuk menjaga mata agar tidak terjadi kelainan refraksi seperti mata minus, plus atau silinder.
Dokter yang akrab disapa Ranthy tersebut mengatakan faktor risiko kelainan refraksi yang bisa dikendalikan ialah faktor kebiasaan. Sementara kelainan refraksi akibat faktor genetik tidak bisa dicegah atau dikendalikan.
"Yang bisa kita kendalikan faktor kebiasaan. Kebiasaan baca dekat, dan juga faktor paparan 'gadget' terus menerus," kata dokter Ranthy.