Untuk meneliti hal itu, tim psikolog melakukan riset dengan teknik still face paradigm yang disesuaikan dengan kondisi sekarang . Teknik yang dikembangkan oleh Dr.Ed Tronick ini sebenarnya digunakan untuk mengetes respons bayi atau anak-anak saat orang tua mereka tak bisa diajak komunikasi selama beberapa saat.
Versi orisinal tes tersebut meminta ayah atau ibu seorang bayi 1-2 tahun untuk mengajak anaknya berkomunikasi selama beberapa menit. Setelah itu si orang tua diminta diam saja selama satu menit, tak merespons anaknya dan memasang raut wajah datar.
Baca juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur
Di saat orang tua terdiam itu bayi akan menunjukkan ekspresi sebal dan cemas. Namun hal itu segera hilang setelah satu menit. Bayi akan lega dan kembali girang di depan orang tua mereka. Dari tes still face paradigm disimpulkan apabila orang tua tak merespons anaknya dan itu terjadi dalam jangka panjang, maka akan muncul kondisi mirip depresi pada diri si anak.
Terkait orang tua yang terlalu sering menggunakan smartphone di depan anaknya, psikolog asal New York, Amerika Serikat, Dennis-Tiwary, membuat tes still face paradigm dengan cara mengganti orang tua yang diam saja dengan orang tua yang sibuk menjawab pertanyaan di ponsel selama satu menit. Hasil yang ditemukan sama dengan tes versi orisinal.