Untuk itu, pihaknya berharap ada sinergi antara pengrajin dengan Dinas Pendidikan setempat. Supaya, para pelajar bisa didorong untuk menekuni kerajinan kriya warisan nenek moyang itu.
Dalam hal ini, Litbang Keramik Plered siap jika hendak dijadikan laboratorium bagi pelajar untuk mengenal berbagai motif keramik dan cara membuatnya.
"Kami sangat terbuka. Jika ada pelajar yang ingin belajar membuat keramik atau motifnya, kami siap membantu," tambah dia.
Terkait target ekspor di 2018, pihaknya mengaku tidak muluk-muluk. Pihaknya hanya berharap keramik yang diekspor kali ini bisa lebih dari 120 kontainer. Memang, untuk merealisasikam hal itu harus dilihat dulu dari jumlah produksi yang dihasilkan pengrajinnya.
Sementara itu, sebagai gambaran, di kalangan masyarakat menengah ke bawah di luar Purwakarta, kualitas kerajinan kriya asal Plered ini memang sudah sangat terkenal. Karena dianggap memiliki kualitas super dibanding dari daerah lain.
Hal tersebut, karena jenis tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasar kriya ini, memiliki keunggulan tersendiri dibanding tanah liat di daerah lain. Dengan kata lain, bahan baku yang digunakan, merupakan tanah liat khusus yang hanya ada di daerah tersebut.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.